News e-health

Toxoplasmosis(@_@)


Toxoplasmosis adalah

penyakit yang disebabkan oleh protozoon ( bersel satu ) yang disebut toxoplasma gondii yaitu suatu parasit intraselluler yang banyak terinfeksi pada manusia dan hewan peliharaan. Penyakit toxoplasmosis biasanya ditularkan dari kucing atau anjing tetapi penyakit ini juga dapat menyerang hewan lain seperti babi, sapi, domba, dan hewan peliharaan lainnya. Walaupun sering terjadi pada hewan-hewan yang disebutkan di atas penyakit toxoplasmosis ini paling sering dijumpai pada kucing dan anjing. Untuk tertular penyakit toxoplasmosis tidak hanya terjadi pada orang yang memelihara kucing atau anjing tetapi juga bisa terjadi pada orang lainnya yang suka memakan makanan dari daging setengah matang atau sayuran lalapan yang terkontaminasi dengan agent penyebab penyakit toxoplasmosis. Pada manusia penyakit toxoplasmosis ini sering terinfeksi melalui saluran pencernaan, biasanya melalui perantaraan makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan agent penyebab penyakit toxoplasmosis ini, misalnya karena minum susu sapi segar atau makan daging yang belum sempurna matangnya dari hewan yang terinfeksi dengan penyakit toxoplasmosis. Penyakit ini juga sering terjadi pada sejenis ras kucing yang berbulu lebat dan warnanya indah yang biasanya disebut dengan mink, pada kucing ras mink penyakit toxoplasmosis sering terjadi karena makanan yang diberikan biasanya berasal dari daging segar (mentah) dan sisa-sisa daging dari rumah potong hewan.

Toxoplasmosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh suatu protozoa yang disebut Toksoplasma gondii.

Identifikasi Masalah Bagaimana cara pencegahan penyakit toxoplasmosis tersebut ? Bagaimana cara pengobatan penyakit toxoplasmosis tersebut ? Pencegahannya sebagai berikut:

  1. Memasak daging hingga matang untuk meminimalkan parasit toxoplasma.
  2. Menghindari kontak langsung dengan tanah yang berpotensi sebagai tempat ookista.
  3. Hindari kontaminasi silang antara bahan mentah dengan bahan makanan yang telah matang.
  4. Membiasakan mencuci sayur dan buah yang akan dikonsumsi.
  5. Membersihkan tangan dengan sabun setelah mempersiapakan daging mentah untuk dimasak.
  6. Membuang feses kucing dari kandang kucing setiap hari untuk mencegah ookista sporulasi.
  7. Melakukan disinfeksi kandang kucing dengan menggunakan air mendidih.
  8. Tidak memberikan kucing daging mentah.

Pengobatannya sebagai berikut: Pyrimethamine dengan trisulfapyrimidine.Dosis pyrimethamine ialah 25-50 mg per hari selama sebulan dan trisulfapyrimidine dengan dosis 2.000-6.000 mg sehari sebulan. Karena efek samping obat tadi ialah leukopenia dan trombositopenia, maka dianjurkan untuk menambahkan asam folat dan yeast selama pengobatan. Spiramycin. Dosis spiramycin yang dianjurkan ialah 2-4 gram sehari yang di bagi dalam 2 atau 4 kali pemberian. Dianjurkan pengobatan wanita hamil trimester pertama dengan spiramycin 2-3 gram sehari selama seminggu atau 3 minggu kemudian disusul 2 minggu tanpa obat. Demikian berselang seling sampai sembuh.

Maksud dan Tujuan Maksud Membantu mengurangkan dampak penyakit yang telah menyebarluas ke berbagai Negara yang dapat menyebabkan kematian dan gejala penyakit toxoplamosis tersebut. Tujuan Mencegah dan mengobati gejala bagi yang terinfeksi penyakit toxoplasmosis tersebut.

Batasan masalah

1. EPIDEMIOLOGI Penyebaran parasit ini sangatlah cepat. Penyebaran parasit toxoplasma gondii sangat luas yaitu dari daerah Alaska sampai dengan Australia. Distribusi yang sangat luas ini mungkin menjadi suatu bagian dalam mekanisme penularan. Kejadian toksoplasmosis ini pernah dilaporkan pada 35.940 wanita hamil di Norwegia antara tahun 1992-1994. Di Indonesia pernah dilaporkan oleh Gandahusada pada tahun 1995, bahwa angka prevelensi dari toksoplasmosis pada manusia berkisar antara 2-63%, kucing 35-73%, anjing 75%, babi 11-36%, kambing 11-61%, sedangkan sapi/kerbau kurang dari 10%. Parasit ini juga menyebabkan terjadinya keguguran spontan. Setelah diteliti ternyata sebagian besar positif terjangkit toxoplasma.(3)

2. ETIOLOGI Siklus hidup dari Toxoplasma gondii pertama kali dikemukakan pada tahun 1970 dan sebagai inang definitif ( penjamu ) adalah kelompok familia Felidae termasuk kucing – kucing yang sudah terdomestikasi. Hewan berdarah panas, manusia, dan unggas sebagai inang perantara. Kucing yang terdomestikasi merupakan golongan yang sangat penting untuk penularan terjadinya toksoplasmosis pada hewan lain ataupun manusia. Parasit ini ditularkan dengan tiga cara yaitu dengan cara kongenital yaitu melalui plasenta, mengkonsumsi daging yang terkontaminasi oleh kista dan melalui kotoran asal kucing yang mengandung ookista. Dalam silkus hidupnya pada phylum Amplicomplexa mengenal 3 stadium yaitu stadium takizoit, stadium takizoid, dan stadium bradizoid.

3. PATOGENESIS Toxoplasma gondii merupakan suatu parasit intraseluler dan reproduksi terjadi di dalam sel. Kebanyakan kasus toxoplasmosis pada manusia didapat karena mengkonsumsi jaringan yang mengandung kista yang ada pada daging yang proses pemasakannya kurang sempurna atau daging mentah. Selain itu, kontak langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi. Gambaran klinis akan tampak segera setelah beberapa waktu jaringan mengalami kerusakan khususnya organ mata, jantug, dan kelenjar adrenal. Parasit ini juga dipengaruhi oleh keadaan temperatur dan kelembaban. Dengan adanya kelembaban dan temperatur yang sesuai ookista akan mampu bertahan beberapa bulan sampai lebih dari satu tahun. Lalat, cacing, kecoak, dan serangga lain mungkin dianggap sebagai agen mekanis dalam penyebaran parasit ini. Tingkat mortalitas dan morbiditas dari parasit ini cukup tinggi pada pasien yang mempunyai tingkat kekebalan tubuh rendah dan pada anak-anak yang tertular melalui ibunya.

  1. Pengertian toxoplasmosis

Toksoplasmosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh suatu protozoa yang disebut Toksoplasma gondii.(1) Wanita hamil yang terinfeksi parasit ini, bisa mengalami keguguran, bayi lahir cacat, prematur, atau bahkan meninggal. Macam-macam penyakit cacat akibat infeksi toxoplasmosis antara lain :

  1. Hidrochepalus : kepala besar akibat penyumbatan saluran cairan otak
  2. Retinokoroiditis : radang pada lapisan koroid dan retina mata
  3. Kalsifikasi intrakranial : pengapuran jaringan otak
  4. Jika disertai kelainan psikomotorik dikenal dengan sebutan tetrade sabin
  5. Jika usia kandungan masih muda dapat mengakibatkan abortus

2.DIAGNOSIS

Diagnosa terhadap penyakit toxoplasmosis dapat dilakukan dengan cara serologi maupun pemeriksaan hispatologi. Pemeriksaan langsung dapat dilakukan dengan cara melihat adanya dark spot pada retina, melakukan pemeriksaan darah untuk melihat apakah parasit sudah menyebar melalui darah dengan melihat perubahan yang terjadi pada gambaran darahnya, Pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan biopsi dan dari sample biopsi tersebut bisa dilakukan pengujian dengan menggunakan PCR, isolasi pada hewan percobaan ataupun pembuatan preparat hispatology. Metode diagnosa lain yang sering digunakan adalah dengan menggunakan Indirect haemaglutination ( IHA ), Immunoflourrescence ( IFTA ), ataupun dengan Enzym Immunoassay (Elisa). Dapat juga dengan pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan antibodi spesifik toxoplasma dengan IgM, IgG, dan IgG affinity

About roniamardi

Mengerti akan kehadiran sendiri, dan menjalaninya dengan sebaik mungkin tanpa harus mengeluh.. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi seorang penolong dan tidak diharapkan untuk ditolong, karena aku berusaha untuk bisa "Berikhlas"

Diskusi

4 thoughts on “Toxoplasmosis(@_@)

  1. hi.
    apa pengaruhnya toxoplasmosis pada orang yang tdk hamil?
    apa ada gejala2 khosus?
    trima kasih

    Posted by zahra | Maret 4, 2012, 2:34 pm
    • Trimakasih atas Tanggapanx, Kpd Bu Zahra berikut Informasi yang saya tau:

      Gejala Klinis :
      Manusia yang menderita Toxoplasmosis akut pada umumnya tidak merasakan sakit yang menarik perhatiannya sehingga tidak terdeteksi. Gejala klinis yang muncul mirip dengan gejala klinis penyakit infeksi pada umumnya, yaitu :
      •Demam
      •Pembesaran kelenjar limfa dileher bagian belakang tanpa rasa sakit
      •Sakit kepala
      •Rasa sakit di otot
      •Lesu / lemas

      semoga dapat membantu.

      Posted by roniamardi | Maret 12, 2012, 4:01 pm
  2. Penyakit akibat virus Toxo ini memang masih menjadi hal yang menakutkan bagi ibu-ibu muda, apalagi mereka senang memelihara hewan seperti kucing, mesti waspada tuh.

    saya juga akan berbagi pengalaman bagaimana mendukung dan merawat bunda yang terserang Virus toxoplasma.

    Posted by Kehamilan | Maret 12, 2012, 12:28 pm
  3. Kpd BU Zahra, terimakasih atas tanggapanx dan berikut menurut informasi yang saya tau:

    Gejala Klinis :
    Manusia yang menderita Toxoplasmosis akut pada umumnya tidak merasakan sakit yang menarik perhatiannya sehingga tidak terdeteksi. Gejala klinis yang muncul mirip dengan gejala klinis penyakit infeksi pada umumnya, yaitu :
    •Demam
    •Pembesaran kelenjar limfa dileher bagian belakang tanpa rasa sakit
    •Sakit kepala
    •Rasa sakit di otot
    •Lesu / lemas

    Gejala ini biasanya sembuh secara spontan ( Frenkle 1990 ). Strickland (1991) melaporkan 89% penderita toxoplasma akut mengalami gejala klinis berupa demam, 84% sakit kepala dan pembesaran kelenjar limfa, 60% sakit di otot, 54% leher kaku dan tidak nafsu makan, 20% dengan bercak- bercak merah dikulit, 24% sakit disendi dan 11% dengan radang hati.

    Toxoplasmosis akut dan reinfeksi pada wanita hamil dapat menyebabkan penularan secara pasif bayi yang dikandung. Besarnya angka penularan pada bayi tergantung pada usia kehamilan. Angka penularan sebesar 1% terjadi bila wanita hamil menderita toxoplasmosis sebelum terjadi pembuahan, 12% bila usia kehamilan 6 – 16 minggu dan 20% bila usia kehamilan 16 – 28 minggu sampai saat dilahirkan.

    Bayi yang dikandung oleh wanita hamil di usia kehamilan trimester I mampu terinfeksi sebesar 25%, sedangkan diusia kehamilan trimester III sebesar 65%.
    Infeksi pada kehamilan sangat awal dapat menyebabkan abortus dan bayi meninggal dalam kandungan.

    Infeksi pada kehamilan trimester I dapat menyebabkan kelainan bawaan yang berat pada bayi, karena pada saat itu sedang berlangsung proses pertumbuhan alat-alat tubuh. Kelainan bawaan yang terjadi dapat berupa Hidrosepalus, Mikrosepalus, perkapuran otak, gangguan syaraf seperti kejang-kejang, gangguan reflek, retandasi mental, gangguan pengelihatan yang dapat menyebabkan kebutaan dan radang hati ( Frenkle – 1990, Kierzenbaum – 1994 ).

    Pada toxoplasmosis kronis dapat terjadi gejala klinis berupa Korioretinitis yang dapat menyebabkan gangguan pengelihatan, sakit kepala, Ensefalitis, bahkan lumpuh sebagian badan ( Soemarsono, 1990).

    Posted by roniamardi | Maret 12, 2012, 3:42 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

worthofweb.com/ebooks

%d blogger menyukai ini: